Friday, March 02, 2007

Ngobrol, Diskusi, Tukar pikiran, Pembelajaran dan Ide

Seingat saya, zaman kiplik dan kuda gigit besi... saya selalu kena tegur guru jika saya terdengar bersuara di dalam kelas pada saat belajar. Suara anak-anak di kelas itu, selalu dinamai 'Ngobrol' oleh bapak maupun ibu guru. Padahal, sepengetahuan saya saat itu.. suara bisikan anak-anak dalam kelas itu bukan kategori suara untuk mengobrol lho.

Hihihihi... Saya jadi ingat, dulu saya suka bicara sendiri dalam hati...


"Ichh.. kenapa sih ini guru cerewet banget, masak saya menjawab pertanyaan teman saat saya ditanya mereka mengenai apa yang guru ucapkan barusan, saya tidak boleh bersuara untuk menjawab dan diperingati untuk Jangan Mengobrol? Kenapa sih, semua disama-ratakan oleh para Guru? padahal gak semua suara gaduh berasal dari obrolan. Terkadang mereka (para guru) tidak melihat darimana suara-suara itu berasal dan apa topiknya, karena sibuk menulis di papan tulis. Kan bukan berarti suasana yang gaduh seperti yang tidak mereka harapkan berasal dari obrolan anak-anak. Huh! Itu suara, bisa dari bunyi kertas saat lembaran buku dibalik, bisa dari bunyi-bunyi anak-anak meraut pensil, dll. Tapi kenapa selalu suara yang keluar dari anak murid maupun suara gaduh lainnya selalu dinamai mereka OBROLAN?. Aneh banget para orangtua ini".

Rasanya pengen protes waktu itu, tapi kalau saya protes.. yang ada nanti saya malah tambah kena teguran lagi atau malah bisa dikasih hukuman. Hmm.. payahlah!

Eeeeiii... tapi jangan salah lho.. pertanyaan-pertanyaan saya seputar itu yang ada di benak, saya bawa ke ayah waktu bertemu beliau pulang kerja. Seakan gak puas dengan perilaku Guru, saya mengoceh bercerita dan protes padanya, kenapa para guru bisa begitu? Bisa mengatakan anak-anak muridnya suka mengobrol jika ada suara gaduh sedikit. Padahalkan belum tentu itu suara obrolan.

Hehehehe.. Mau tauk obrolan saya dengan si Ayah?
"Emangnya apa sih yang menurut K*k* (off d record.. ini panggilan sayangnya si ayah padaku) dengan arti Obrolan?"

"Yaaa... ayah malah nanya lagi"... tapi... meskipun protes begitu, saya jawab juga pertanyaan beliau buat membela diri dan mencari dukungannya.

"Kalo K*k* bilang.. Ngobrol itu, jika K*k* menjawab pertanyaan seseorang lebih dari sekali bulak-balik Yah, dan kemudian si lawan bicara itu akan bertanya lagi dengan pertanyaan yang lain setelah K*k* menjawabnya dan itu berlangsung terus menerus dan gak berhenti-henti."

"Kalo menurut K*k*, yang guru maksud K*k* ngobrol adalah sebenarnya 'BICARA' bukan 'NGOBROL'. Tapi guru-guru itu selalu bilang kalau mengeluarkan suara di kelas saat dia mengajar namanya mengobrol. Padahalkan..., waktu teman K*k tanya ke K*k waktu itu, K*k cuma jawab sekali. Kita gak ngobrol kok, karena kita juga setelah itu melanjutkan mencatat lagi. Gak Ngobrol, tapi bicara sedikit. Ya kan Yah.. bener K*k* kan??!"

Eh eh eh... si Ayah cuman senyum-senyum doang. Beliau malah bertanya lagi..
"Kalau seperti sekarang ini, kita Bicara apa Ngobrol namanya?"

"Yaaaaa... Ngobrollah.. karena Ayah nanya lagi sama K*k*, dan sekarang K*k* jawab. Berartikan sudah lebih dari satu kali bicaranya. Kan sudah banyak, jadi ini namanya ngobrol bukan bicara".

Si Ayahku senyum lagi, "Masak ini ngobrol? Jadi bukan bicara? Bicara itu memang artinya apa sih K*?

Whuekekekekekekkk...saya mulai kehabisan kata-kata dan ide buat ngebantah, eh bukan ngebantah siy... lebih tepatnya pembelaan diri (hihihi), karena sebenarnya saya tidak menyangka si ayah akan bertanya lagi. Huuu.. ayah, ayah.. kenapa sih kok gak langsung belain saya, anaknya sih?

"Bicara ya artinya ngomong lah. Ya ngeluarin suaralah. Ngeluarin kata-katalah. Emangnya apa menurut Ayah".

Tahu saya sudah tidak sabar karena merasa tidak didukung olehnya. Ayah baru menjelaskan dan mendukung apa yang saya maksud tadi.

Ayah bilang, "Anak ayah gak salah. Yang K*k* maksud itu benar kok. Tapi yang guru-guru maksud itu juga tidak salah K*. Karena Bicara dan Ngobrol itu sama-sama mengeluarkan suara kan. Hanya, mungkin bapak atau ibu guru K*k* tidak melihat kalian bicara atau kalian sedang mengobrol. Tapi, menurut ayah.. apa yang guru-guru nasihati ke kalian kan benar. Kalau guru lagi mengajar dan kalian mengeluarkan suara.. nanti kalian tidak bisa mendengar dengan jelas pelajaran yang guru terangkan khan? trus yang rugi siapa kalau kalian nantinya tidak bisa mengerjakan PR dan Ulangan-ulangan? trus memangnya kalian mau jika tinggal kelas? Kasian juga kan teman-teman kalian yang memang mau mendengarkan pelajaran, tetapi karena kalian bersuara sendiri saat guru mengajar.. mereka jadi ikutan menanggung rugi tidak mengerti pelajarannya".

Tapi, jangan salah... meskipun saya akui Ayah benar, saya tetap protes.
"Iya, iya... guru-guru benar deeh.. orang-orang tua gak pernah salah. Padahal sebenarnya mereka juga kadang-kadang bisa juga salah. Belum lihat dan nengok ke belakang sudah nuduh, sudah maen bilang 'anak-anak jangan ngobrol.. ayo suaranya jangan berisik'.. padahal suara gaduh itu belum tentu dari suara obrolan."

Sepenggal cerita indah dulu tentang interaksi saya dengan Ayah memang saya sengaja tulis buat ngingetin saya, kamu dan kalian yang baca Blog ini... kekekekek... karena apapun artinya.. itu semua merupakan bagian dari komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Dimana, penggunaan makna berbahasa, berkomunikasi & interaksi yang dipersepsikan dan ditempatkan salah oleh pemakainya, bisa berdampak negatif & positif terhadap orang lain. Kalau masa sekarang biasanya orang kenalnya dengan sebutan misscommunication, dan kalau sudah miscom gini pasti jatuhnya bisa terjadi perselisihan. Hahahaha... inilah yang sering saya lihat suka terjadi.

Saya ini termasuk anak yang tidak bisa diam, senang ngoceh, senang ngobrol, senang mendengarkan, berdiskusi dan membahas suatu topik menarik yang sedang 'Hot' maupun hal-hal baru yang bisa menambah wawasan.

Ssst... Hot disini tidak hanya panas dalam arti lingkupan nasional maupun berita yang menghebohkan seantero dunia. Panas disini saya artikan sebagai topik-topik yang memang juga bisa bikin panas telinga maupun hati. Memangnya telinga dan hati siapa yang dibuat panas? Kekekekekek.. itu gak penting! Pokoknya tergantung siapa yang lagi jadi 'star' untuk didiskusikan. :D

Yang jelas... bertemu dan bergaul dengan banyak orang dari berbagai macam karakter di bidang kerja saya sekarang.. sangatlah bermanfaat. Menurut saya, siapapun orang itu.. dan apapun dia.. bagaimanapun status dia, mereka selaku partner ngobrol, diskusi dan teman bertukar pikiran... selalu mendatangkan pelajaran, yang pada akhirnya.. juga membantu saya mendapatkan ide-ide cemerlang dan menuangkannya dalam membangun strategi bisnis untuk mendukung pekerjaan-pekerjan sekarang.

Dulu, saya sering berfikir.. kok ayah bunda punya kenalan & teman banyak sekali, bertebaran di berbagai daerah Indonesia. Kok bisa ya? Sedangkan saya hanya terbatas pada teman di komplek tempat tinggal, teman sekelas di sekolah, teman pengajian di Al Azhar, dan paling jauhpun itu teman sepermainan di lingkungan tempat tinggal kakek & nenekku di Kebayoran Baru.

Hahaha... Setelah beranjak besar, saya tertawa sendiri. Jelas saja ayah bunda memiliki banyak relasi. Saya belumlah lulus SD, saya baru kelas III SD kala itu. Tapi.. Sekarang? Hmm.. kawan-kawan saya tak sebatas pekarangan rumah sajaaaaaa.... Hahahaha... Ayah benar! Dulu dia pernah berkata bahwa 'Seiring saya melangkah dan bertambah dewasa, dan berjalan di luar pekarangan rumah, saya juga akan bertambah kawan yang akan sangat banyak mengajari saya berbagai macam hal. Hanya satu pintanya.. saya harus tetap berjalan dengan tuntunan Al Qur'an nul karim'.

Yang jelas... sampai saat ini.. salah satu yang saya rasakan sangat membantu untuk menentukan arah langkah kaki berjalan adalah dengan banyak-banyak berinteraksi dengan mereka (yang ayah maksud kawan) melalui ngobrol, diskusi, tukar pikiran yang membuahkan pembelajaran terbaik & bermanfaat sesuai keinginan ayah itu...

Read More...

Thursday, October 19, 2006

Saya dan Tulisan-tulisan

Saya bukanlah penulis yang baik. Tapi saya selalu berusaha untuk membuat tulisan dengan baik & mengungkapkannya dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh banyak orang.

Beberapa tulisan saya menghasilkan uang lho. Hehehe. Salah satunya iklan Astro di koran Kompas, sabtu - 10 Juni 2006... dan Rabu, 14 Juni 2006.


E iya... ada lagi dink.. bukan itu saja yang menghasilkan uang jajan... hihihi. Selain copywriter untuk iklan, saya juga menulis press release & material untuk pers... (kalau yang ini mah, emang kerjaan wajib)... kekekekekkk...

Saya juga kontributor di free magazine dan jadi pengisi rubrik karir sebuah tabloid belanja.. tabloid-nya wanita muda.
Ya.. kalau wanita muda itu kebetulan sudah jadi ibu dan masih berkarir... kadang-kadang lebih banyak persoalannya kan.

Yang jelas, stresnya makin tinggi. Menurut saya hal itu menarik dan banyak bahan untuk dijadikan tulisan & dikupas pembahasannya. Maka itu, tawaran dari teman untuk memegang rubrik itu, saya terima.

Kadang2x sumber inspirasi tulisannya, saya dapat dari teman2x dekat dan sekeliling saya juga kok. Hahaha.. Maap ya kawan2x... mungkin tempat kerja kalian saja yang saya samarkan. Hihihi...

Sekarang... Saya lagi berniat menulis buku. Pengennya punya amal jariyah niy.. Kan kali-kali lewat buku itu bisa berbagi ilmu yang bermanfaat, berguna & dibaca banyak orang secara terus menerus... hehehe. Itu mah emang cita-cita sejak lama.
Hmm.. cuma waktunya itu lho.. Hikss.. selalu harus ekstra disisihkan. Dooooh... puyenk jadinya.. :(

Tapi kayaknya, emang harus serius buat sisihin waktunya... karena kemaren ada sebuah penerbit buku-buku yang khusus berhubungan dengan anak, kesehatan dan parenting sudah menghubungi, dia support saya buat mengerjakannya. Sudah ada 4 judul tema yang disetujui. Tapi saya masih butuh waktu untuk cari-cari bahan tambahannya. Semoga ajah dilancarin & diizinin saya mengerjainyaya.. amin.

Yaaa... itu tulisan yg serius2x kali yaa.. klo yg iseng2x.. Liat disini aja deh.. Zezam News, Kakak News, Sarikata... Huekekekekek... kali ajah ada cerita tentang kalian di sana.

Read More...

Wednesday, October 18, 2006

Adik-adik Panti...

Saya juga anak yatim sejak kecil. Sama seperti adik-adik panti di Yayasan Alfiany. Saya tahu rasanya sedih ditinggal orangtua yang kita sayangi, dan juga pernah merasa iri melihat kawan-kawan yang masih memiliki orangtua lengkap berjalan-jalan atau kumpul makan bersama dengan keluarga mereka. Jadi, setidaknya saya dapat merasakan apa yang mereka rasakan.

Pernah tidak membayangkan atau mungkin mengalami, bagaimana jika mendengar celoteh-celoteh polos mereka ketika mereka diajak makan bersama di restoran/kafe sambil menunggu makanan datang?

'Enak ya kak, kalau kita bisa sering-sering makan ramai-ramai begini... sayang ayahku sudah di surga, jadi dia gak bisa ikut'

'Aku senang disini... dingin! Aku jadi pengen tidur ajah'

'Tahun depan kita kemana, kita buka di Kentucky ajah ya kak'

Rasanya leher jadi kecekek, terenyuh.. campur aduk nih perasaan. Kebayang gak.. dengerin ucapan2x polos dari mereka?! Kalau ingat2x.. betapa gampangnya kita ngeluarin uang untuk makan siang yang mungkin buat mereka hanya bisa mereka rasain hanya setahun sekali. Dooooh... sesak dada!

Buka bersama setiap bulan ramadhan, salah satu yang mungkin bisa saya lakukan untuk berbagi kebahagian. Dengan mengajak mereka merasakan bahwa mereka juga tetap memiliki sebuah keluarga, meskipun dengan cara yang berbeda.

E iya, seiring dengan hadirnya teman2x yang ikutan dalam setiap acara ini, mereka jadi suka ikut bantu kalau lagi punya rezeki & nyalurin zakat mereka untuk adik2x panti ini. Kalau sudah begini... saya yang jadi PR nya deh... hehehe... "Yayaya... transfer ajah, kalau lo gak punya waktu.. gak papah... ini no rekeningnya: Atas nama: Yayasan sosial Alfiany, BRI Unit Cengkareng Barat dengan No. Rekening: 0996.01.016460.53.0. Jangan lupa kasih tahu ya.. biar dibuatin kuitansinya".



Read More...

Friday, October 06, 2006

Team Work dan Kid Enterprise

Dengan team work di Kid Enterprise dan dua temen jurnalis dari LKBN Antara & Koran Reporter... waktu acara klien Mead Johnson Indonesia di Four Season....



Rere yang bikin profil saya di korannya... wawancara mendadak by email... setelah dia hadir memenuhi undangan acara klien.

Dia heran, kenapa kid enterprise bikin acara untuk anak-anak? Apa emang cuma mau menangani event-event klien yang berhubungan dengan anak-anak saja?

Lucu juga pertanyaannya.. karena ya memang bisa disambungin sih dengan nama tempat saya bekerja ini. Saya jelasin, bukan karena kebetulan nama Kid Enterprise itu artinya adalah anak, maka itu kita hanya spesialis event atau apapun yang berhubungan dengan anak-anak saja. Kid Enterprise itu sebuah nama communications company. Dan tidak terbatas mengorganizer kegiatan event saja.

Kenapa nama Kid yang dipakai sebagai nama company ini? Ya, karena sebenarnya arti Kid Enterprise itu dalam & luas maknanya. Nama itu diambil karena diilhami dari sebuah cerita anak. "Jubah baru sang Raja", karya HC. Andersen.
Read More: The Emperor's New Suit - H.C. Andersen, 1837

Kid Enterprise, seolah memerankan tokoh seorang anak dalam cerita tersebut, dan Klien berlaku sebagai sang Baginda Raja. Sedangkan tokoh penjahit tersohor yang berlaku curang terhadap Raja adalah seluruh faktor X yang membutakan mata Raja dalam berfikir jernih untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi disekelilingnya selama ini. Hmm..

Menarik-kan?! Semoga memang terus begitu... sesuai dengan dongeng klasik-nya. Klien yang ditemukan dalam bisnis ini adalah perusahaan-perusahan besar kelas raksasa seperti sang baginda raja. Hehehe...

Dan hasil dari celoteh Kid-nya??... Yang jelas... diharapkan sama pula dengan cerita dongeng klasik ini... Pihak-pihak yang sedang tertidur & terbuai akan terbangun dari kekeliruannya... :)

Koran Reporter... Kamis, 14 Oktober 2004



Salah satu tim di Kid Enterprise sendiri juga pernah diwawancara tentang sejarah berdirinya Kid Enterprise, yang liputannya ada di majalah Prospektif, Edisi 52, Vol.5, 8-14 desember 2003.

Mereka lagi mengangkat sebuah liputan khusus mengenai bisnis event organizer yang sedang mem-booming. Lah.. kembali lagi, padahal Kid Enterprise itu perusahaan komunikasi yang tidak terlepas hanya membuat sutu event tokh.

Prospektif, Edisi 52, Vol.5, 8-14 Desember 2003


Read More...

Thursday, August 03, 2006

Fasilitas Menggiurkan untuk Mengail Pembeli

Pengalaman waktu pegang klien properti... Oakwood Premier Cozmo Jakarta. Apartemen mewah yang fully furnished.


Dooh.. waktu naik ke lantai paling atas saat pembangunannya... lutut saya gemetarrr banget pas turunnya... lemesszz abis... Karena.. udah naik lift bangunan sampai lantai 42.. dilanjutin manjat tangga bangunan yang besi2x disambung doang itu, 2 lantai lagi... Ini baru kebayang betapa jago2xnya tuh tukang bangunan... Ckckck...

Dengan Oakwood International & Cozmo Internasional, sebelum acara topping off & marketing gahering, di gedung Apartemen kawasan Mega Kunigan.

Check this out
Kompas

Read More...