Friday, December 14, 2007

Saya & Tulisan

Dulu ketika saya baru mulai belajar mengenal huruf, mengeja dan menulis, saya pernah bertanya pada ayah. Kenapa kita harus tepat dalam meletakan perut gendut (garis melengkung) pada sebuah garis vertikal? yang dimaksud adalah menunjukkan huruf B, D maupun P?

Menurut ayah saya, kelak huruf-huruf itu mempunyai tanda, arti dan bunyi yang berbeda-beda jika sudah dipergunakan.



Dengan pikiran seorang anak kecil, saat itu saya terkadang gemas karena suka terbalik harus menggoreskan lengkungan perut gendut itu menghadap kemana. Kesebelah depan, belakang atau setengah garis vertikalkah? dan bertanya pada ayah. Buat apa saya harus tahu huruf-huruf itu. Toh saya masih kecil dan belum sekolah.

Ayah menjelaskan secara runut dan sabar... Dari huruf-huruf itu kita dapat merangkai suatu kata. Dari kumpulan kata-kata itu, jika saya menggabungkannya akan tercipta suatu kalimat. Kalimat itulah yang akan menjadi suatu tanda dari kita (penulis), karena memiliki arti.

Dengan rangkaian huruf-huruf yang saya gores serta belajar menyusun mengenai bahan-bahan tulisan apa yang ingin saya sampaikan, saya dapat berbicara, berkomunikasi dengan orang lain dan mengungkapkan apa yang menjadi keinganan saya tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang tidak ada dihadapan saya.
Ayah juga menyisipkan cerita mengenai huruf-huruf lainnya. Yang bisa dipakai untuk kata sandi. Huruf morse yang dipakai para pramuka, tentara dan lainnya.

Cerita beliau sangat menarik sehingga menambah semangat saya belajar dan ingin cepat bisa membaca dan menulis lancar pada saat itu.

Meskipun bisa langsung berbicara, saya dan ayah seakan punya sistem tersendiri pada saat itu. Pagi hari, sebelum ayah berangkat kerja, saya akan menyisipkan sebuah kertas kecil di sakunya.

Isinya hanya berupa pesan singkat dengan tulisan saya yang bergelombang carut marut.
"Ayah, nanti belikan K*k* semangka".
"K*k* mau ke Hoya nanti sore. Ayah cepat pulang ya".

Ya, ternyata dengan begitu saya jadi bisa cepat menulis dan membaca.
Lucu juga cara ayah saya mendidik saat itu. Beliau mengatakan dengan tulisan, saya bisa mengungkapkan buah pikiran dan semua apa yang ingin saya ungkapkan, sebagai alat berkomunikasi dengan orang lain.

Check this out
Kompas - Properti: Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti
Kompas - Properti: Lingkungan Hijau, Tanggung Jawab Siapa?


Read More...

Saturday, August 18, 2007

Te Pe Je

Ingat tokoh Pak Janggut?
Ya.. dia seorang sosok tua, tambun, baik hati, low profile, sangat menikmati hidupnya.. dengan berpetualang keliling dunia dan selalu membawa buntelan kumuh ajaib yang diikat pada setangkai tongkat kayu, dalam cerita di majalah Bobo.


Cerita ini mungkin hanya khayalan masak kanak2x.. dan diciptakan pengarangnya untuk menghibur anak-anak penggemar majalah yang selalu ditunggu-tunggu setiap hari kamis pagi kala itu.

Tapi kenyataannya kan gak begitu. Terkadang apa yang menjadi khayalan kita, seringkali ada dan dapat kita temukan di dunia nyata.

Hahaha... kalaupun iya, inipun mungkin bisa dihitung dengan satu dua tiga jari jika hal2x kayak begitu bisa terjadi.


Hmm.. Rada heran juga, saya adalah salah satu orang yang beruntung dapat menemukan tokoh cerita dalam khayalan di dunia nyata.
Taruhlah pak Janggut yang ini, memang bukan plek plek-an sosok pak Janggut dengan buntelan kumuhnya yang berjalan kaki menjelajahi negeri seperti di masa lampau.

Tokoh ini, tokoh pak Janggut modern. Yang sudah kenal shaver, yang sudah kenal transportasi modern dan segala tekhnologi serba canggih. hihihi...
Pernah saya bertanya pada beliau... Apakah tokoh pak Janggut itu beliau yang menciptakan?

Suara tawa ngakak malah yang keluar darinya... "Wa wa wa waaaaah kid.. r u kidding!??".

Hahaha, gak becandalah. Ini serius, pikir saya. Mulai dari tulisan oleh2x dari belahan dunia antah berantah, hingga cerita spiritual tentang kemudahan dalam menghadapi berbagai kendala jika bersikap ikhlas layaknya pak Janggut.

Dulu, dalam kisah pak Janggut, diapun berjalan mengikuti bisikan hati dan arah kakinya melangkah hingga bisa sampai ke berbagai negeri dan mengalami berbagai hal menarik selama perjalanannya. Dia dibantu dengan buntelan ajaib, jika menemukan kesulitan.

Anehnya, tokoh pak Janggut ini gak pernah mau menggunakan kemudahan yang sudah dia miliki. Padahal segala sesuatu yang dia butuhkan tinggal dia ambil dari buntelan ajaibnya jika dia mau.

Hingga besar, saya masih terkesan dengan sosok pak tua ini. Segala yang dia miliki dan dapat dengan mudah diraihnya tak digunakannya jika memang tidak kepepet membutuhkannya.

Kata ayah saya dulu... saya harus mencontoh tokoh pak tua itu. Bukan segala sesuatu & fasilitas yang bisa didapat dengan mudah, kita pergunakan dengan mudah pula dan membuat kita menjadi seorang pemalas.

Kala itu, ayah mencontohkan jika saya tidak diantar dengan Pak Katman naik mobil berangkat sekolah, bukan berarti saya tidak masuk sekolah hari itu. Saya bisa jalan tanpa diantar supir.
"Itulah sebabnya K*k* harus mencontoh dia. Tas ajaib pak Janggut bukan menjadikannya seorang pemalas. Tapi mengajarkannya menjadi seorang yang bijaksana."

Trus.. apa sih persamaan dengan tokoh pak Janggut modern ini?
Mungkin bukan saya yang bisa membeberkannya... Hahahaha.. mari kita tanya langsung dengan beliau...
"Woooi... woii... Te Pe Je... kenapa anda bisa kupanggil TPJ (Tas Pak Janggut)?"

Bolehkah kuceritakan sedikit tentang ini?? kekekekekekkk...

Read More...

Wednesday, April 18, 2007

Part of mY wOrKs.. Kerja itu IbaDah..

Ketika saya membaca beberapa artikel mengenai hasil wawancara orang-orang penting, pengusaha atau seseorang yang telah sukses dibidangnya, acapkali saya menemukan kutipan kalimat semacam ini "Saya merasa hasil yang saya dapatkan sekarang merupakan buah dari kerja keras yang telah saya bangun & bina sejak dulu. Meskipun selama perjalanan karir & proses sehingga tercapai hasil seperti ini sudah tentu ada kendala-kendala yang harus dilewati. Saya tetap konsisten menjalankannya dan terus belajar dari apa yang saya hadapi ketika itu, karena bagi saya... kerja itu merupakan suatu ibadah".


Tergelitik dengan kata-kata 'Kerja itu merupakan Ibadah', saya juga sangat setuju dengan hal itu. Kerja identik dengan ibadah. Dalam menjalankan ibadah, tak ada keluhan dan paksaan. Semua yang namanya ibadah selayaknya dijalani dengan ikhlas tanpa ada unsur kurang 'sreg' apapun di hati. Huehehehe... saya jadi teringat dengan berbagai macam ragam kendala kerjaan yang pernah saya hadapi. Meskipun saya memakai Motto yang sama, tetapi tidak selamanya saya juga bisa stabil untuk selalu dapat me-rem mengeluarkan keluhan dalam menghadapi beraneka macam masalah. Baik yang datangnya dari klien, suplier atau orang-orang yang berhubungan dengan kerjaan saya.

Anyway... Sampai saat ini.. saya tetap merasa nyaman, suka, senang & ikhlas dalam menjalankan tiap detail pekerjaan. Huehehehe.. Namanya juga kerja itu ibadah, ya harus dibawa senang betapapun banyak kendala yang harus dihadapi... agar terasa mudah dan ringan. Jika tidak? Waaaah.. motto saya tentunya akan berubah. :)




Pekerjaan saya berhubungan dengan banyak orang. Tak hanya berhadapan dengan klien yang memiliki banyak karakter, tetapi saya juga berhubungan dengan pihak-pihak lainnya. Bahkan dalam satu team work untuk suatu kegiatan, saya akan menghadapi berbagai macam sifat-sifat orang dengan beraneka ragam keunikan & karakternya masing-masing. Ada yang sangat cooperative, ada yang tidak pedulian dan kurang empati, ada yang sensitif, bahkan ada yang emosional-an. Menyatukan mereka dalam suatu kondisi & situasi tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan merupakan hal yang sangat menarik buat saya. Disinilah, kesabaran & keikhlasan untuk belajar saling menghormati, menerima, mengerti dan memahami mereka akan diuji...

Read More...

Friday, March 02, 2007

Ngobrol, Diskusi, Tukar pikiran, Pembelajaran dan Ide

Seingat saya, zaman kiplik dan kuda gigit besi... saya selalu kena tegur guru jika saya terdengar bersuara di dalam kelas pada saat belajar. Suara anak-anak di kelas itu, selalu dinamai 'Ngobrol' oleh bapak maupun ibu guru. Padahal, sepengetahuan saya saat itu.. suara bisikan anak-anak dalam kelas itu bukan kategori suara untuk mengobrol lho.

Hihihihi... Saya jadi ingat, dulu saya suka bicara sendiri dalam hati...


"Ichh.. kenapa sih ini guru cerewet banget, masak saya menjawab pertanyaan teman saat saya ditanya mereka mengenai apa yang guru ucapkan barusan, saya tidak boleh bersuara untuk menjawab dan diperingati untuk Jangan Mengobrol? Kenapa sih, semua disama-ratakan oleh para Guru? padahal gak semua suara gaduh berasal dari obrolan. Terkadang mereka (para guru) tidak melihat darimana suara-suara itu berasal dan apa topiknya, karena sibuk menulis di papan tulis. Kan bukan berarti suasana yang gaduh seperti yang tidak mereka harapkan berasal dari obrolan anak-anak. Huh! Itu suara, bisa dari bunyi kertas saat lembaran buku dibalik, bisa dari bunyi-bunyi anak-anak meraut pensil, dll. Tapi kenapa selalu suara yang keluar dari anak murid maupun suara gaduh lainnya selalu dinamai mereka OBROLAN?. Aneh banget para orangtua ini".

Rasanya pengen protes waktu itu, tapi kalau saya protes.. yang ada nanti saya malah tambah kena teguran lagi atau malah bisa dikasih hukuman. Hmm.. payahlah!

Eeeeiii... tapi jangan salah lho.. pertanyaan-pertanyaan saya seputar itu yang ada di benak, saya bawa ke ayah waktu bertemu beliau pulang kerja. Seakan gak puas dengan perilaku Guru, saya mengoceh bercerita dan protes padanya, kenapa para guru bisa begitu? Bisa mengatakan anak-anak muridnya suka mengobrol jika ada suara gaduh sedikit. Padahalkan belum tentu itu suara obrolan.

Hehehehe.. Mau tauk obrolan saya dengan si Ayah?
"Emangnya apa sih yang menurut K*k* (off d record.. ini panggilan sayangnya si ayah padaku) dengan arti Obrolan?"

"Yaaa... ayah malah nanya lagi"... tapi... meskipun protes begitu, saya jawab juga pertanyaan beliau buat membela diri dan mencari dukungannya.

"Kalo K*k* bilang.. Ngobrol itu, jika K*k* menjawab pertanyaan seseorang lebih dari sekali bulak-balik Yah, dan kemudian si lawan bicara itu akan bertanya lagi dengan pertanyaan yang lain setelah K*k* menjawabnya dan itu berlangsung terus menerus dan gak berhenti-henti."

"Kalo menurut K*k*, yang guru maksud K*k* ngobrol adalah sebenarnya 'BICARA' bukan 'NGOBROL'. Tapi guru-guru itu selalu bilang kalau mengeluarkan suara di kelas saat dia mengajar namanya mengobrol. Padahalkan..., waktu teman K*k tanya ke K*k waktu itu, K*k cuma jawab sekali. Kita gak ngobrol kok, karena kita juga setelah itu melanjutkan mencatat lagi. Gak Ngobrol, tapi bicara sedikit. Ya kan Yah.. bener K*k* kan??!"

Eh eh eh... si Ayah cuman senyum-senyum doang. Beliau malah bertanya lagi..
"Kalau seperti sekarang ini, kita Bicara apa Ngobrol namanya?"

"Yaaaaa... Ngobrollah.. karena Ayah nanya lagi sama K*k*, dan sekarang K*k* jawab. Berartikan sudah lebih dari satu kali bicaranya. Kan sudah banyak, jadi ini namanya ngobrol bukan bicara".

Si Ayahku senyum lagi, "Masak ini ngobrol? Jadi bukan bicara? Bicara itu memang artinya apa sih K*?

Whuekekekekekekkk...saya mulai kehabisan kata-kata dan ide buat ngebantah, eh bukan ngebantah siy... lebih tepatnya pembelaan diri (hihihi), karena sebenarnya saya tidak menyangka si ayah akan bertanya lagi. Huuu.. ayah, ayah.. kenapa sih kok gak langsung belain saya, anaknya sih?

"Bicara ya artinya ngomong lah. Ya ngeluarin suaralah. Ngeluarin kata-katalah. Emangnya apa menurut Ayah".

Tahu saya sudah tidak sabar karena merasa tidak didukung olehnya. Ayah baru menjelaskan dan mendukung apa yang saya maksud tadi.

Ayah bilang, "Anak ayah gak salah. Yang K*k* maksud itu benar kok. Tapi yang guru-guru maksud itu juga tidak salah K*. Karena Bicara dan Ngobrol itu sama-sama mengeluarkan suara kan. Hanya, mungkin bapak atau ibu guru K*k* tidak melihat kalian bicara atau kalian sedang mengobrol. Tapi, menurut ayah.. apa yang guru-guru nasihati ke kalian kan benar. Kalau guru lagi mengajar dan kalian mengeluarkan suara.. nanti kalian tidak bisa mendengar dengan jelas pelajaran yang guru terangkan khan? trus yang rugi siapa kalau kalian nantinya tidak bisa mengerjakan PR dan Ulangan-ulangan? trus memangnya kalian mau jika tinggal kelas? Kasian juga kan teman-teman kalian yang memang mau mendengarkan pelajaran, tetapi karena kalian bersuara sendiri saat guru mengajar.. mereka jadi ikutan menanggung rugi tidak mengerti pelajarannya".

Tapi, jangan salah... meskipun saya akui Ayah benar, saya tetap protes.
"Iya, iya... guru-guru benar deeh.. orang-orang tua gak pernah salah. Padahal sebenarnya mereka juga kadang-kadang bisa juga salah. Belum lihat dan nengok ke belakang sudah nuduh, sudah maen bilang 'anak-anak jangan ngobrol.. ayo suaranya jangan berisik'.. padahal suara gaduh itu belum tentu dari suara obrolan."

Sepenggal cerita indah dulu tentang interaksi saya dengan Ayah memang saya sengaja tulis buat ngingetin saya, kamu dan kalian yang baca Blog ini... kekekekek... karena apapun artinya.. itu semua merupakan bagian dari komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Dimana, penggunaan makna berbahasa, berkomunikasi & interaksi yang dipersepsikan dan ditempatkan salah oleh pemakainya, bisa berdampak negatif & positif terhadap orang lain. Kalau masa sekarang biasanya orang kenalnya dengan sebutan misscommunication, dan kalau sudah miscom gini pasti jatuhnya bisa terjadi perselisihan. Hahahaha... inilah yang sering saya lihat suka terjadi.

Saya ini termasuk anak yang tidak bisa diam, senang ngoceh, senang ngobrol, senang mendengarkan, berdiskusi dan membahas suatu topik menarik yang sedang 'Hot' maupun hal-hal baru yang bisa menambah wawasan.

Ssst... Hot disini tidak hanya panas dalam arti lingkupan nasional maupun berita yang menghebohkan seantero dunia. Panas disini saya artikan sebagai topik-topik yang memang juga bisa bikin panas telinga maupun hati. Memangnya telinga dan hati siapa yang dibuat panas? Kekekekekek.. itu gak penting! Pokoknya tergantung siapa yang lagi jadi 'star' untuk didiskusikan. :D

Yang jelas... bertemu dan bergaul dengan banyak orang dari berbagai macam karakter di bidang kerja saya sekarang.. sangatlah bermanfaat. Menurut saya, siapapun orang itu.. dan apapun dia.. bagaimanapun status dia, mereka selaku partner ngobrol, diskusi dan teman bertukar pikiran... selalu mendatangkan pelajaran, yang pada akhirnya.. juga membantu saya mendapatkan ide-ide cemerlang dan menuangkannya dalam membangun strategi bisnis untuk mendukung pekerjaan-pekerjan sekarang.

Dulu, saya sering berfikir.. kok ayah bunda punya kenalan & teman banyak sekali, bertebaran di berbagai daerah Indonesia. Kok bisa ya? Sedangkan saya hanya terbatas pada teman di komplek tempat tinggal, teman sekelas di sekolah, teman pengajian di Al Azhar, dan paling jauhpun itu teman sepermainan di lingkungan tempat tinggal kakek & nenekku di Kebayoran Baru.

Hahaha... Setelah beranjak besar, saya tertawa sendiri. Jelas saja ayah bunda memiliki banyak relasi. Saya belumlah lulus SD, saya baru kelas III SD kala itu. Tapi.. Sekarang? Hmm.. kawan-kawan saya tak sebatas pekarangan rumah sajaaaaaa.... Hahahaha... Ayah benar! Dulu dia pernah berkata bahwa 'Seiring saya melangkah dan bertambah dewasa, dan berjalan di luar pekarangan rumah, saya juga akan bertambah kawan yang akan sangat banyak mengajari saya berbagai macam hal. Hanya satu pintanya.. saya harus tetap berjalan dengan tuntunan Al Qur'an nul karim'.

Yang jelas... sampai saat ini.. salah satu yang saya rasakan sangat membantu untuk menentukan arah langkah kaki berjalan adalah dengan banyak-banyak berinteraksi dengan mereka (yang ayah maksud kawan) melalui ngobrol, diskusi, tukar pikiran yang membuahkan pembelajaran terbaik & bermanfaat sesuai keinginan ayah itu...

Read More...

Thursday, October 19, 2006

Saya dan Tulisan-tulisan

Saya bukanlah penulis yang baik. Tapi saya selalu berusaha untuk membuat tulisan dengan baik & mengungkapkannya dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh banyak orang.

Beberapa tulisan saya menghasilkan uang lho. Hehehe. Salah satunya iklan Astro di koran Kompas, sabtu - 10 Juni 2006... dan Rabu, 14 Juni 2006.


E iya... ada lagi dink.. bukan itu saja yang menghasilkan uang jajan... hihihi. Selain copywriter untuk iklan, saya juga menulis press release & material untuk pers... (kalau yang ini mah, emang kerjaan wajib)... kekekekekkk...

Saya juga kontributor di free magazine dan jadi pengisi rubrik karir sebuah tabloid belanja.. tabloid-nya wanita muda.
Ya.. kalau wanita muda itu kebetulan sudah jadi ibu dan masih berkarir... kadang-kadang lebih banyak persoalannya kan.

Yang jelas, stresnya makin tinggi. Menurut saya hal itu menarik dan banyak bahan untuk dijadikan tulisan & dikupas pembahasannya. Maka itu, tawaran dari teman untuk memegang rubrik itu, saya terima.

Kadang2x sumber inspirasi tulisannya, saya dapat dari teman2x dekat dan sekeliling saya juga kok. Hahaha.. Maap ya kawan2x... mungkin tempat kerja kalian saja yang saya samarkan. Hihihi...

Sekarang... Saya lagi berniat menulis buku. Pengennya punya amal jariyah niy.. Kan kali-kali lewat buku itu bisa berbagi ilmu yang bermanfaat, berguna & dibaca banyak orang secara terus menerus... hehehe. Itu mah emang cita-cita sejak lama.
Hmm.. cuma waktunya itu lho.. Hikss.. selalu harus ekstra disisihkan. Dooooh... puyenk jadinya.. :(

Tapi kayaknya, emang harus serius buat sisihin waktunya... karena kemaren ada sebuah penerbit buku-buku yang khusus berhubungan dengan anak, kesehatan dan parenting sudah menghubungi, dia support saya buat mengerjakannya. Sudah ada 4 judul tema yang disetujui. Tapi saya masih butuh waktu untuk cari-cari bahan tambahannya. Semoga ajah dilancarin & diizinin saya mengerjainyaya.. amin.

Yaaa... itu tulisan yg serius2x kali yaa.. klo yg iseng2x.. Liat disini aja deh.. Zezam News, Kakak News, Sarikata... Huekekekekek... kali ajah ada cerita tentang kalian di sana.

Read More...

Wednesday, October 18, 2006

Adik-adik Panti...

Saya juga anak yatim sejak kecil. Sama seperti adik-adik panti di Yayasan Alfiany. Saya tahu rasanya sedih ditinggal orangtua yang kita sayangi, dan juga pernah merasa iri melihat kawan-kawan yang masih memiliki orangtua lengkap berjalan-jalan atau kumpul makan bersama dengan keluarga mereka. Jadi, setidaknya saya dapat merasakan apa yang mereka rasakan.

Pernah tidak membayangkan atau mungkin mengalami, bagaimana jika mendengar celoteh-celoteh polos mereka ketika mereka diajak makan bersama di restoran/kafe sambil menunggu makanan datang?

'Enak ya kak, kalau kita bisa sering-sering makan ramai-ramai begini... sayang ayahku sudah di surga, jadi dia gak bisa ikut'

'Aku senang disini... dingin! Aku jadi pengen tidur ajah'

'Tahun depan kita kemana, kita buka di Kentucky ajah ya kak'

Rasanya leher jadi kecekek, terenyuh.. campur aduk nih perasaan. Kebayang gak.. dengerin ucapan2x polos dari mereka?! Kalau ingat2x.. betapa gampangnya kita ngeluarin uang untuk makan siang yang mungkin buat mereka hanya bisa mereka rasain hanya setahun sekali. Dooooh... sesak dada!

Buka bersama setiap bulan ramadhan, salah satu yang mungkin bisa saya lakukan untuk berbagi kebahagian. Dengan mengajak mereka merasakan bahwa mereka juga tetap memiliki sebuah keluarga, meskipun dengan cara yang berbeda.

E iya, seiring dengan hadirnya teman2x yang ikutan dalam setiap acara ini, mereka jadi suka ikut bantu kalau lagi punya rezeki & nyalurin zakat mereka untuk adik2x panti ini. Kalau sudah begini... saya yang jadi PR nya deh... hehehe... "Yayaya... transfer ajah, kalau lo gak punya waktu.. gak papah... ini no rekeningnya: Atas nama: Yayasan sosial Alfiany, BRI Unit Cengkareng Barat dengan No. Rekening: 0996.01.016460.53.0. Jangan lupa kasih tahu ya.. biar dibuatin kuitansinya".



Read More...

Friday, October 06, 2006

Team Work dan Kid Enterprise

Dengan team work di Kid Enterprise dan dua temen jurnalis dari LKBN Antara & Koran Reporter... waktu acara klien Mead Johnson Indonesia di Four Season....



Rere yang bikin profil saya di korannya... wawancara mendadak by email... setelah dia hadir memenuhi undangan acara klien.

Dia heran, kenapa kid enterprise bikin acara untuk anak-anak? Apa emang cuma mau menangani event-event klien yang berhubungan dengan anak-anak saja?

Lucu juga pertanyaannya.. karena ya memang bisa disambungin sih dengan nama tempat saya bekerja ini. Saya jelasin, bukan karena kebetulan nama Kid Enterprise itu artinya adalah anak, maka itu kita hanya spesialis event atau apapun yang berhubungan dengan anak-anak saja. Kid Enterprise itu sebuah nama communications company. Dan tidak terbatas mengorganizer kegiatan event saja.

Kenapa nama Kid yang dipakai sebagai nama company ini? Ya, karena sebenarnya arti Kid Enterprise itu dalam & luas maknanya. Nama itu diambil karena diilhami dari sebuah cerita anak. "Jubah baru sang Raja", karya HC. Andersen.
Read More: The Emperor's New Suit - H.C. Andersen, 1837

Kid Enterprise, seolah memerankan tokoh seorang anak dalam cerita tersebut, dan Klien berlaku sebagai sang Baginda Raja. Sedangkan tokoh penjahit tersohor yang berlaku curang terhadap Raja adalah seluruh faktor X yang membutakan mata Raja dalam berfikir jernih untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi disekelilingnya selama ini. Hmm..

Menarik-kan?! Semoga memang terus begitu... sesuai dengan dongeng klasik-nya. Klien yang ditemukan dalam bisnis ini adalah perusahaan-perusahan besar kelas raksasa seperti sang baginda raja. Hehehe...

Dan hasil dari celoteh Kid-nya??... Yang jelas... diharapkan sama pula dengan cerita dongeng klasik ini... Pihak-pihak yang sedang tertidur & terbuai akan terbangun dari kekeliruannya... :)

Koran Reporter... Kamis, 14 Oktober 2004



Salah satu tim di Kid Enterprise sendiri juga pernah diwawancara tentang sejarah berdirinya Kid Enterprise, yang liputannya ada di majalah Prospektif, Edisi 52, Vol.5, 8-14 desember 2003.

Mereka lagi mengangkat sebuah liputan khusus mengenai bisnis event organizer yang sedang mem-booming. Lah.. kembali lagi, padahal Kid Enterprise itu perusahaan komunikasi yang tidak terlepas hanya membuat sutu event tokh.

Prospektif, Edisi 52, Vol.5, 8-14 Desember 2003


Read More...

Thursday, August 03, 2006

Fasilitas Menggiurkan untuk Mengail Pembeli

Pengalaman waktu pegang klien properti... Oakwood Premier Cozmo Jakarta. Apartemen mewah yang fully furnished.


Dooh.. waktu naik ke lantai paling atas saat pembangunannya... lutut saya gemetarrr banget pas turunnya... lemesszz abis... Karena.. udah naik lift bangunan sampai lantai 42.. dilanjutin manjat tangga bangunan yang besi2x disambung doang itu, 2 lantai lagi... Ini baru kebayang betapa jago2xnya tuh tukang bangunan... Ckckck...

Dengan Oakwood International & Cozmo Internasional, sebelum acara topping off & marketing gahering, di gedung Apartemen kawasan Mega Kunigan.

Check this out
Kompas

Read More...

Thursday, October 06, 2005

Methamorphosis

Apa yang tidak berubah??! Hihihihi... yg jelas... hidung saya.
Eyecatching banget kan... kekekekekek... Hidung Hoki kata si bundaku lho... ;)


Ya..., apapun nama & istilahnya yang dipakai dalam melukiskan jalannya perubahan & pertumbuhan seorang makhluk hidup.. proses seperti 'methamorphosis' itu pernah saya lalui... dan juga semua orang pasti melaluinya... hehehe.


Methamorphosis salah satu Kuasa Tuhan yang paling nyata, tanpa kita menyadari kapan proses itu berlangsung. Sampai detik inipun.. saya masih kagum-kagum.., Masyaallah.. Allahuakbar-nya DIA. Kapan sih waktu DIA merubahku?.. atau Kapan sih tinggi badan saya bertambah? waktu saya tidurkah? waktu saya bermainkah? waktu saya sekolahkah? waktu saya kuliahkah? waktu saya bekerjakah?... Gak akan ada yang tahu tepatnya kapan! jam berapa, menit berapa dan detik ke-berapa-nya!

Kadang2x.. manusia dan mungkin termasuk saya! sering protes, alpa & lalai kalau lagi dapat cobaan & ujian... karena tidak menyadari kapan nikmat, rezeki, rahmat, berkah & semua sayangNYA pada makhlukNya DIA berikan. Sering buta.. merasa tidak disayang, merasa belum diberi apa-apa olehNYA, merasa tersiksa dll... hanya karena apa yang kita inginkan tidak atau belum tercapai sesuai kemauan diri kita sendiri.

Hahaha... rasa gak disayang, merasa teraniaya satu dunia.. dan sebagai-sebagainya itu kan karena kitanya saja yang belum sadar bahwa nikmat & sayangNYA sebenarnya sudah ada dan DIA kasih sebelum kita memintanya! kekekekekkk... Wong kita diberi nafas kehidupan dan ngalami pertumbuhan seperti methamorphosis itu saja, gak sadar kapan kejadiannya.. gak berasa banget.. tauk2x sudah berubah... Hehehe.. Ya kan?!

Terkadang, kita amat merasa yakin dan memiliki ke-pede-an berjuta-juta bahwa kita kuat untuk menjalani & mencapai suatu hal yang kita cita-citakan. Dan iri terhadap orang lain. Padahal, dibalik itu semua.. Tuhan itu selalu memberikan yang terbaik untuk kita sesuai dengan kebutuhan kita.

So.. menurut saya.. Kalau ada yang diminta, dicita-citakan atau keinginan yang belum tercapai dalam hidup di dunia ini.. ya jangan ngamuk-ngamuk, hopeless dan depresi sendiri... Karena.. segala sesuatunya itu sudah diatur secara 'Pasti' olehNYA. Dia yang paling mengetahui waktu yang tepat dan kelayakan seorang makhluk dalam mendapatkan sesuatu yang terbaik & terindah sesuai kebutuhan, kayak proses methamorphosis itu-lah.. akan datang dengan sendirinya sebelum diminta.

Tinggal kita ini yang harus sabar & ikhlas dalam menjalani proses yang sudah menjadi rahasia Tuhan itu. Dia segala-galanya MAHA. RahasiaNYA bukan main hebatnya khan!

Jangan pernah tanya 'kapan saya dapat ini', 'kapan saya bisa itu', 'kapan saya begini', 'kapan saya begitu'.. 'kapan dan kapan!?' karena itu menunjukkan ketidak-sabaran-nya kita & ketidakyakinannya kita untuk pengaturanNYA... hehehe...

Yakin saja, semua pasti ada masa-nya! Ganti kata-kata itu dengan "Bantu aku.. bimbing aku.. tunjuki aku... dalam menjalankan apa yang sudah ditentukan & diatur oleh MU.. biar semua berjalan dan menghasilkan sesuatu yang baik & penuh ridhoMU".
Gethooooh loooksss... kekekekekkkk... (doooh.. kok malah berkhotbah sendiri ya.. hihihi)

Read More...

Tuesday, May 10, 2005

Seandainya semua sistem kerja begini... Phuiiiffff...

"La.. la.. lo lagi dimana? Sory banget niyy.. gw mau minta tolong banget ama elo.. gw butuh banget bantuan lo. Gw mau minta izin foto lo gw masukin buat diiklannya klien gw.. Please, tolong ya, boleh ya.. gw udah pusing cari image dan untuk pemotretan ulang gak ada waktu, udah deadline banget. Udah masuk film dan ditunggu di media!".


Pas saya tanya kenapa begitu? Kenapa udah naik film-nya, baru minta izin aku? Gak bener itu namanya.

"Iya.. iya.. maaf banget, maka itu karena gw tau
elo banyak temennya, nanti kalau elo tau bukan dari kita-kita, elo nanti ngamuk kalau sudah di placement dimana-mana. Maka itu gw minta maaf banget sekalian minta ijin foto lo kita pake. Please, tolong banget ya La."

Hah?! klo ditodong kayak gitu, mau ngomong apa kalau gak kata-kata 'Iya deh' yang keluar dari mulut saya?.. apalagi yang minta tolong itu eks team-work saya di kantor dulu?
Masih juga ya, ternyata sistem kerja tempat kantor lama saya itu begitu. Gimana? Mana mungkin semua bisa segampang itu?

Saya hanya berfikir, seandainya perkiraan mereka saya tidak memiliki banyak kawan.. tidak berlangganan koran & majalah.. apa perlu minta izin? Terus untung-untungan untuk mengambil image apapun & siapapun buat keperluan klien? Phuuiffff...

Jadi ingat iklan Telkomsel yang dituntut milyaran rupiah oleh seorang talent yang dianggap remeh agency-nya deh. Kenapa sih gak belajar dari apa yang pernah terjadi, seperti kasus itu?
Padahal yang jelas.. semua budget produksi mulai dari pemotretan dan talent fee semua pasti sudah dicharge ke klien. Bisa aman teruskah kalau sistem kerja kayak gini masih terus dipertahankan?

Read More...

Thursday, May 05, 2005

Albert si Creative Designer

Saya pernah dibuatin poster oleh Albert... seorang tim creative saya di Fortune.

Lucu banget! I love it.

Waktu itu, lagi ngetop2xnya cerita kartun 'Madagascar' yang banyak banget disukain anak2x. Ya, mungkin karena masa itu lagi liburan sekolah, dan menonton Film ini merupakan salah satu alternatif mereka buat mengisi liburannya.



Kocak kalau inget2x kawan yang satu ini. Tau gak, Albert ini juga pernah membuatkan saya poster illegal logging. Sebenarnya... Hahahaha.. dia kayaknya buntu buat bikin ide untuk klien 'Greencom' yang kita handle. Setiap desain yang dibuat ada ajah yang disuruh rubah. Buat ngilangin suntuk & ngembaliin mood nya... dia jadikan saya bahan buat ngerubah suasana & mood kerjanya. Sinting ini anak... tapi makin dia sinting.. makin kreatif dia. Konyolnya.. dia print beberapa lembar dan dia pasang & tempel di board kantor... gak lupa dia taruh di atas mejaku selembar... Semua jadi pada heboh & ketawa2x liat desainnya.

Truss... apa komentar pak Indra Abidin si big boss??! Dia malah memuji si Albert, dan nanya ke dia... kenapa gak bisa serius berkreatif kalau sudah jelas ada brief-annya.. dan Albert malah disuruh buru-buru bikin desain yg serius untuk klien. Malah diingetin lagi udah deadline.. deadline.. dan deadline! Hahahaha... biar rasa kamu Bert!

Menurut Albert... si beruang madu ini... kalo terlalu banyak mau dan pengarahan dari berbagai macam orang yang tidak in-charge, yang adaaaa.. otaknya buntu mau berkreatifitas apa. Lama2x, foto saya ini saja yang akan dia presentasikan ke klien. Biar kapok mereka, biar gak kebanyakan mau katanya.

Saya geli dan tertawa-tawa jika lihat ini. Apalagi soal Textnya


Foto ini diambil Albert, waktu saya lagi suntuk & capek banget... udah mana baru pulang meeting, capek gara-gara macetnya jalanan tapi harus segera ngelarin beberapa tulisan, juga press release yang ditunggu approval dari klien. Tauk-tauk si Albert yang masih norak2xnya baru punya HP yang ada kameranya cari bahan buat dia ngetes HPnya itu... termasuk jadiin semua orang sekantor sebagai bahan candid camera HP barunya itu... Tapi... hmm.. lumayan juga hasil kratifitas kejailannya...

Thanks Bert... si Beruang madu yang takut terbang.. seorang kawan, sohib, creative dirctor, team work-ku yang mengasyikan .... partner berantem & diskusi yang menyenangkan... yang jailnya minta ampooonn...

Read More...

Thursday, September 09, 2004

Ruangan kerja.. tempat saya berkarya...

Ini ruangan saya sewaktu saya bekerja di Bank Surya... Alhamdulillah, meja saya sudah saya bersihkan sebelum berangkat ibadah Haji kala itu. Jadi waktu balik ke Indonesia, ketika Bank ini sudah dilikuidasi.. saya tidak perlu membereskannya lagi. Saya tinggal foto2x dengan teman2x sekantor disana sewaktu pengambilan surat & pengurusan pesangon. Liat ajah, ada rol film di atas meja saya.


Eiya.. di meja ini juga saya menghadapi berbagai karakter para nasabah yang merengek-rengek minta deposito mereka di break ketika krisis moneter melanda saat itu. Ada yang nangis-nangis, ada yang memelas, ada juga yang marah-marah. Kadang kalau ingat saat itu, saya jadi tersenyum sendiri.. Saya sempat kesal & menegur marah pada customer service dan satpam yang tidak dapat lagi membendung mereka yang tidak sabaran untuk antri bertemu saya. Semua mengelilingi meja dan seakan mengeroyok mencari kejelasan boleh tidaknya mereka mencairkan dana mereka. Ya susah juga sih, nasabah-nasabah itu terlalu banyak dan semua berbicara keras sahut-menyahut. Layaknya sebuah tempat pelelangan ikan. Huekekekek...

Ada cerita lucu, setiap sore merupakan kewajiban saya untuk daily update pada boss besar, terutama ketika lucu-lucunya 'RUSH' seperti ini di perbankan ... Pak Robert Budiarto, Branch Managerku pasti akan selalu bilang, "Gara-gara kamu sih Mala, sebelum pergi haji kamu becanda keterlaluan... Kamu nyanyi... 'suryaa tenggelam.. di ufukkk'... bener deh kan kejadian kita dilikuidasi. Bukannya kamu doain gak tenggelam. Malah kamu nyanyi. Gimana nih Bu Hajjah?!"
Tauk kenapa saya suka bernyanyi lagu itu? Huehehehe... Nada tunggu telefon Bank Surya saat itu memang lagu itu kok. Nah nah naah.. kalau begitu, siapa yang salah?

Kalau yang ini... Ruang kerja saya sewaktu kerja di Ellipse Asia...

Ingat ruangan ini... Selalu membuat saya kangen... saya ketawa sendiri kalau teringat itu.. karena ruangan ini banyak kenangannya. Gak ada hari tanpa kehadiran tamu dari teman-teman sekantor. Karena di ruangan inilah tempat curhat mereka, tempat nangis mereka kalau ada masalah, tempat konsultasi mereka, tempat numpang shalat, tempat ngobrol mereka, tempat kongkow2x, tempat becanda bahkan tempat diskusi dan meeting kecil. Mulai dari OB hingga Big Boss selalu absen di ruangan ini.. bukan hanya karena letaknya strategis, tapi karena selalu terdengar suara rame & berisik di ruangan ini.

Yang jelas, si CEO, Tony Gourlay akan kesini kalo lagi dikejar-kejar klien soal pemberitaan. Sedangkan Technical Advisor, Jim Carden.. always melongok-longok ke ruangan ini. Sepi curiga, rame dengan anak-anak dia juga curiga. Doooh dasar boss... curigaan melolo...

Private meeting room saya... Disini tempat saya ngebrief anak2x PR.. periksa kerjaan2x mereka... :D
Klo saat2x senggang.. ruangan saya ini jg tempat kumpulnya anak2x.. bukan anak2x PR saja, tapi juga anak2x creative plus anak2x yang pada lembur.. Mereka cari cemilan.. Biasaaaa... klo udah sore, pasti ada makanan di ruangan ini.. ;)

Kalau yang ini adalah ruangan kerja saya sekarang di Kid Enterprise. Tempat muter otak buat bikin strategi untuk klien, Tempat cari inspirasi, tempat bikin tulisan, tempat merenung, tempat ngoceh-ngoceh, tempat kongkow2x, tempat curhat bahkan tempat istirahat tidur juga kalau pas lagi ngerjain event2x klien. Pokoknya sama saja fungsinya dengan tempat & ruang kerja saya yang terdahulu2x deh..

Ruangan saya ini ruangan serba ada. Ada notebookku, ada fotoku, ada scanner-ku, ada printerku, dan sebagai-sebagainya. Ssst... ada asbak juga ding plus exhaust-nya! hihihi.. Kalau sudah sore... menjelang malam... pasti berubah jadi tempat curhat, ruang maen game.. tempat makan goreng2xan dan tempat diskusi juga. :)

Read More...

Thursday, October 02, 2003

Kupas - CSR Djarum

Salah satu perusahan besar yang pernah saya handle... adalah PT Djarum.



Seneng banget tahu tentang rokok & kretek secara lebih detail.. termasuk kegiatan sosial-sosialnya. Terlebih, klien-klien saya ini termasuk orang-orang yang unik. Mereka sangat baik & kekeluargaan.

Tulisan tentang aku & klien Djarum-ku dijadikan artikel pilihan buat pembaca Fortune News Edisi Ulang Tahun I PT Fortune Indonesia Tbk, tempat aku saat itu bekerja. Salah satu contoh kesuksesan kinerja kerja yang dinilai oleh perusahaan dapat dijadikan contoh untuk yang lainnya.
Fortune News didistribusikan kepada seluruh warga Fortune, para Klien dan juga para relasi PT Fortune Indonesia Tbk.


Fortune News, Edisi Ulang Tahun - 1 Tahun PT Fortune Indonesia Tbk

Read More...

Tuesday, May 27, 2003

Teras Jakarta - Hati yang Berjilbab

Banyak kawan yang bertanya kepada saya, kenapa saya tidak mengenakan jilbab setelah saya menunaikan ibadah haji?










Kampus Emas Esa Unggul
Indopos, selasa - 27 Mei 2003

Read More...

Sunday, May 25, 2003

Sharp, populer bagi kalangan eksekutif

Kalau suatu brand dalam satu produk sudah dikenal orang sejak turun temurun.. trus apalagi sih yang mesti dilakuin para kompetitor produsen tersebut?


Heritage itu susah banget diilangin. Ya, maksudnya gak gampanglah untuk mengganti mindset orang /konsumen untuk mengganti satu brand yang sudah tertanam dari dulu untuk mencoba / mengganti dengan brand yang baru. Termasuk saya mungkin. Hehehe..

Ini cuman salah satu wawancara majalah Prospektif yang nanya soal kelebihan brand / merek2x produk elektronik (kulkas), apa kelebihannya dan mengapa memilih brand tersebut.

Kalau ditanya sejujurnya mana yang lebih bagus? dan mengapa saya memilih salah satu Brand tersebut dibanding yang lain. Ya sejujurnya, saya juga gak bisa jelasin secara detail tentang kelebihannya.

Kembali lagi.. itu masalah turun temurun dan emang brand itu yang sudah dipakai & dikenal sejak dulu oleh keluarga saya. Untuk mencoba brand lain atau menggantinya, pasti diperlukan suatu proses.

Maka itu kadang-kadang saya tidak habis pikir.. para marketing suatu produk itu ingin sekali barang-barangnya terjual hebat.. tapi mereka kadang-kadang suka malas mengkomunikasikan & memberikan edukasi produk mereka pada konsumennya.

Coba bayangkan, kebanyakan konsumen... pasti akan lebih memilih Brand yang sudah ada heritage nya dibanding brand yang baru. Apalagi produk yang akan digunakan merupakan produk untuk long-term... Kalau saya mengartikan bahasa yang dipakai para konsumen adalah.. 'buat apa coba2x... yang sudah pasti2x sajalah!'.. hehehe...
Itulah yang seharusnya ditangkap secara peka oleh para sales & marketing agar mereka tahu bagaimana mensiasati kompetitor mereka untuk berkomunikasi dengan konsumennya.
Sumber: Prospektif, Edisi 25/Vol.5/19-25 Mei 2003

Read More...

Monday, January 13, 2003

Rumah Swasta Menjadi Pilihan para Eksekutif

Agak bingung juga untuk menjawab waktu saya ditanya mengenai Rumah Sakit oleh Fidelo BG (yang biasa disapa Fidel ini) dari majalah Prospektif. Karena... Alhamdulillah, hingga kini saya belum pernah dirawat di rumah sakit. Ini nikmat Tuhan yang tidak terkira buat saya. Thanks God!


RS Jakarta yang menjadi rumah sakit keluarga sejak saya kecil. Karena di sana ada Prof. Dr. Sumarsono yang menjadi dokter keluarga. Beliau tepatnya dokter internis, sedangkan untuk urusan mata... ada Dr Ginting. Saya memanggil mereka Prof. atau om...

Dan RS Graha Medika... inilah rumah sakit tempat saya general check up... selain dekat dengan rumah, rumah sakit ini sering dijadikan rujukan oleh perusahaan.

Prospektif, Edisi 07/Vol.5/13-19 Januari 2003

Read More...

Wednesday, December 11, 2002

Profesi - Public Relations

Sejak tempat kerja saya dilikuidasi dulu sewaktu masa krisis di negara kita, saya beralih profesi dari bankir menjadi seorang Public Relations.


Yang jelas, dimanapun kita kerja pasti ada suka dukanya...
Sedikit saya berbagi tentang hal itu kepada seorang rekan jurnalis dari Republika... untuk rubrik Profesi.

Check this out
Republika, 11 Desember 2002

Read More...

Sunday, May 19, 2002

Krisis Managemen??! Atasi dengan.....

Tau gak rasanya sewaktu menghadapi klien kita dikejar-kejar wartawan untuk dimintai informasi atau klarifikasi suatu hal, sedangkan tidak ada satu pun perwakilan dari sang klien yang mau berhadapan dengan media?

Rasanya campur aduk!
Serunya sama sewaktu kita sedang naik jet coaster. Kedua tangan kita harus sudah berubah kayak tangan-tangan gurita secara otomatis, sigap dan memiliki daya refleks serta kepekaan dalam mengambil sikap & tindakan secara baik. Termasuk kewajiban menyediakan waktu penuh standby 24 jam untuk bisa dihubungi klien maupun media sewaktu-waktu.

Banyak suka duka saya dalam menghadapi klien (personal, perusahaan atau NGO) yang tengah memiliki kendala untuk menginformasikan 'sesuatu' sesuai dengan pengharapan mereka masing-masing, maupun yang sedang mengalami krisis managemen kepada target sasarnya, yaitu para pembaca media cetak.


Nah, salah satu kerjaan PR adalah menjadi mediator / jembatan yang baik bagi kedua belah pihak. Mau itu hak menjawab, menolak, membantah atau hanya memberikan klarifikasi sesuai dengan harapan yang dilakukan secara lisan atau tulisan adalah tugas yang harus dijalani.

Lisan yang dimaksud adalah menjawab langsung, atau wawancara langsung antara sang nara sumber dengan media, sedangkan melalui Tulisan biasanya bisa dilakukan melalui siaran pers ataupun melayangkan surat pembaca ke meja redaksi. Atau bahkan melalui cara mengirimkan tulisan artikel atau opini publik ke media.

Djarum - Forum, No.5 / 19 Mei 2002


Meskipun demikian pada kenyataannya, komunikasi melalui 'tulisan' yang saya sebutkan di atas tersebut belum tentu dapat terwujud dengan mudah sesuai dengan yang diharapkan, karena tidak semua tulisan dapat diterbitkan oleh media-media yang dituju.

Ada beberapa tips dalam memberi informasi melalui Tulisan, yang berfungsi mensiasati agar tulisan dapat diterbitkan atau memperbesar kemungkinan informasi diterbitkan oleh media :
  • Penulis, siapapun yang mewakili pemberi informasi tersebut (baik dari PR Ageny maupun dari klien sendiri), harus memiliki kemampuan tulis menulis secara baik, didukung dengan kemampuan & kapasitas bidang keilmuan yang relavan dengan bahan tulisannya.

  • Penulis, harus memiliki data-data sebagai bahan tulisan, dapat diperoleh dari informasi dari klien sendiri, studi pustaka, maupun sumber dari Ahli atau sumber lainnya.

  • Penulis, harus menguasai materi yang akan diinformasikan maupun yang diklarifikasikan.

  • Penulis, harus memantau & memonitoring setiap berita dan informasi yang relevan dengan yang akan ditulisnya.

  • Dokumentasikan & kliping semua kegiatan publikasi, agar dapat dibentuk sebuah tulisan lengkap & laporan akhir dari hasil riset kecil / monitoring untuk diterbitkan melalui media.

  • Penulis, harus peka untuk tahu & memahami karakteristik media yang menjadi target publikasi tulisannya.

  • Penulis, harus jeli dalam memilih media yang sesuai dengan tulisan yang hendak dipublikasikan.

  • Penulis, harus melakukan lobbying dengan penanggungjawab rubrik.

Dalam hal ini, media relations merupakan cara yang cukup ampuh untuk mempermudah mengatasi pekerjaan tersebut, karena dengan hubungan baik yang telah dibina oleh seorang PR dengan media akan mempermudah pencapaian tujuan-tujuan public relations. Dan saya akui, pekerjaan saya banyak terbantu dari fungsi media relations yang saya bina & jalin selama ini.


    Secure Parking - Kompas, 24 Januari 2003

    Read More...

    Thursday, March 07, 2002

    Indonesia Expo & Forum Informasi Ivestasi

    Indonesia Expo 2002, pameran tahunan yang digelar Debindo kali ini lebih heboh. Kenapa?


    Ya karena ada Forum Informasi Investasi-nya dengan para pembicaranya yang lebih berbobot. Para Duta besar Indonesia di beberapa negara ngasih tahu bocoran ke para pengusaha Indonesia.. peluang-peluang apa yang bisa mereka isi dalam berbisnis di negara2x tempat mereka bertugas. Wuihh.. Rame dan mengasyikan!

    Rakyat Merdeka, 7 Maret 2002

    Read More...