Thursday, September 09, 2004

Ruangan kerja.. tempat saya berkarya...

Ini ruangan saya sewaktu saya bekerja di Bank Surya... Alhamdulillah, meja saya sudah saya bersihkan sebelum berangkat ibadah Haji kala itu. Jadi waktu balik ke Indonesia, ketika Bank ini sudah dilikuidasi.. saya tidak perlu membereskannya lagi. Saya tinggal foto2x dengan teman2x sekantor disana sewaktu pengambilan surat & pengurusan pesangon. Liat ajah, ada rol film di atas meja saya.


Eiya.. di meja ini juga saya menghadapi berbagai karakter para nasabah yang merengek-rengek minta deposito mereka di break ketika krisis moneter melanda saat itu. Ada yang nangis-nangis, ada yang memelas, ada juga yang marah-marah. Kadang kalau ingat saat itu, saya jadi tersenyum sendiri.. Saya sempat kesal & menegur marah pada customer service dan satpam yang tidak dapat lagi membendung mereka yang tidak sabaran untuk antri bertemu saya. Semua mengelilingi meja dan seakan mengeroyok mencari kejelasan boleh tidaknya mereka mencairkan dana mereka. Ya susah juga sih, nasabah-nasabah itu terlalu banyak dan semua berbicara keras sahut-menyahut. Layaknya sebuah tempat pelelangan ikan. Huekekekek...

Ada cerita lucu, setiap sore merupakan kewajiban saya untuk daily update pada boss besar, terutama ketika lucu-lucunya 'RUSH' seperti ini di perbankan ... Pak Robert Budiarto, Branch Managerku pasti akan selalu bilang, "Gara-gara kamu sih Mala, sebelum pergi haji kamu becanda keterlaluan... Kamu nyanyi... 'suryaa tenggelam.. di ufukkk'... bener deh kan kejadian kita dilikuidasi. Bukannya kamu doain gak tenggelam. Malah kamu nyanyi. Gimana nih Bu Hajjah?!"
Tauk kenapa saya suka bernyanyi lagu itu? Huehehehe... Nada tunggu telefon Bank Surya saat itu memang lagu itu kok. Nah nah naah.. kalau begitu, siapa yang salah?

Kalau yang ini... Ruang kerja saya sewaktu kerja di Ellipse Asia...

Ingat ruangan ini... Selalu membuat saya kangen... saya ketawa sendiri kalau teringat itu.. karena ruangan ini banyak kenangannya. Gak ada hari tanpa kehadiran tamu dari teman-teman sekantor. Karena di ruangan inilah tempat curhat mereka, tempat nangis mereka kalau ada masalah, tempat konsultasi mereka, tempat numpang shalat, tempat ngobrol mereka, tempat kongkow2x, tempat becanda bahkan tempat diskusi dan meeting kecil. Mulai dari OB hingga Big Boss selalu absen di ruangan ini.. bukan hanya karena letaknya strategis, tapi karena selalu terdengar suara rame & berisik di ruangan ini.

Yang jelas, si CEO, Tony Gourlay akan kesini kalo lagi dikejar-kejar klien soal pemberitaan. Sedangkan Technical Advisor, Jim Carden.. always melongok-longok ke ruangan ini. Sepi curiga, rame dengan anak-anak dia juga curiga. Doooh dasar boss... curigaan melolo...

Private meeting room saya... Disini tempat saya ngebrief anak2x PR.. periksa kerjaan2x mereka... :D
Klo saat2x senggang.. ruangan saya ini jg tempat kumpulnya anak2x.. bukan anak2x PR saja, tapi juga anak2x creative plus anak2x yang pada lembur.. Mereka cari cemilan.. Biasaaaa... klo udah sore, pasti ada makanan di ruangan ini.. ;)

Kalau yang ini adalah ruangan kerja saya sekarang di Kid Enterprise. Tempat muter otak buat bikin strategi untuk klien, Tempat cari inspirasi, tempat bikin tulisan, tempat merenung, tempat ngoceh-ngoceh, tempat kongkow2x, tempat curhat bahkan tempat istirahat tidur juga kalau pas lagi ngerjain event2x klien. Pokoknya sama saja fungsinya dengan tempat & ruang kerja saya yang terdahulu2x deh..

Ruangan saya ini ruangan serba ada. Ada notebookku, ada fotoku, ada scanner-ku, ada printerku, dan sebagai-sebagainya. Ssst... ada asbak juga ding plus exhaust-nya! hihihi.. Kalau sudah sore... menjelang malam... pasti berubah jadi tempat curhat, ruang maen game.. tempat makan goreng2xan dan tempat diskusi juga. :)

Read More...

Thursday, October 02, 2003

Kupas - CSR Djarum

Salah satu perusahan besar yang pernah saya handle... adalah PT Djarum.



Seneng banget tahu tentang rokok & kretek secara lebih detail.. termasuk kegiatan sosial-sosialnya. Terlebih, klien-klien saya ini termasuk orang-orang yang unik. Mereka sangat baik & kekeluargaan.

Tulisan tentang aku & klien Djarum-ku dijadikan artikel pilihan buat pembaca Fortune News Edisi Ulang Tahun I PT Fortune Indonesia Tbk, tempat aku saat itu bekerja. Salah satu contoh kesuksesan kinerja kerja yang dinilai oleh perusahaan dapat dijadikan contoh untuk yang lainnya.
Fortune News didistribusikan kepada seluruh warga Fortune, para Klien dan juga para relasi PT Fortune Indonesia Tbk.


Fortune News, Edisi Ulang Tahun - 1 Tahun PT Fortune Indonesia Tbk

Read More...

Tuesday, May 27, 2003

Teras Jakarta - Hati yang Berjilbab

Banyak kawan yang bertanya kepada saya, kenapa saya tidak mengenakan jilbab setelah saya menunaikan ibadah haji?










Kampus Emas Esa Unggul
Indopos, selasa - 27 Mei 2003

Read More...

Sunday, May 25, 2003

Sharp, populer bagi kalangan eksekutif

Kalau suatu brand dalam satu produk sudah dikenal orang sejak turun temurun.. trus apalagi sih yang mesti dilakuin para kompetitor produsen tersebut?


Heritage itu susah banget diilangin. Ya, maksudnya gak gampanglah untuk mengganti mindset orang /konsumen untuk mengganti satu brand yang sudah tertanam dari dulu untuk mencoba / mengganti dengan brand yang baru. Termasuk saya mungkin. Hehehe..

Ini cuman salah satu wawancara majalah Prospektif yang nanya soal kelebihan brand / merek2x produk elektronik (kulkas), apa kelebihannya dan mengapa memilih brand tersebut.

Kalau ditanya sejujurnya mana yang lebih bagus? dan mengapa saya memilih salah satu Brand tersebut dibanding yang lain. Ya sejujurnya, saya juga gak bisa jelasin secara detail tentang kelebihannya.

Kembali lagi.. itu masalah turun temurun dan emang brand itu yang sudah dipakai & dikenal sejak dulu oleh keluarga saya. Untuk mencoba brand lain atau menggantinya, pasti diperlukan suatu proses.

Maka itu kadang-kadang saya tidak habis pikir.. para marketing suatu produk itu ingin sekali barang-barangnya terjual hebat.. tapi mereka kadang-kadang suka malas mengkomunikasikan & memberikan edukasi produk mereka pada konsumennya.

Coba bayangkan, kebanyakan konsumen... pasti akan lebih memilih Brand yang sudah ada heritage nya dibanding brand yang baru. Apalagi produk yang akan digunakan merupakan produk untuk long-term... Kalau saya mengartikan bahasa yang dipakai para konsumen adalah.. 'buat apa coba2x... yang sudah pasti2x sajalah!'.. hehehe...
Itulah yang seharusnya ditangkap secara peka oleh para sales & marketing agar mereka tahu bagaimana mensiasati kompetitor mereka untuk berkomunikasi dengan konsumennya.
Sumber: Prospektif, Edisi 25/Vol.5/19-25 Mei 2003

Read More...

Monday, January 13, 2003

Rumah Swasta Menjadi Pilihan para Eksekutif

Agak bingung juga untuk menjawab waktu saya ditanya mengenai Rumah Sakit oleh Fidelo BG (yang biasa disapa Fidel ini) dari majalah Prospektif. Karena... Alhamdulillah, hingga kini saya belum pernah dirawat di rumah sakit. Ini nikmat Tuhan yang tidak terkira buat saya. Thanks God!


RS Jakarta yang menjadi rumah sakit keluarga sejak saya kecil. Karena di sana ada Prof. Dr. Sumarsono yang menjadi dokter keluarga. Beliau tepatnya dokter internis, sedangkan untuk urusan mata... ada Dr Ginting. Saya memanggil mereka Prof. atau om...

Dan RS Graha Medika... inilah rumah sakit tempat saya general check up... selain dekat dengan rumah, rumah sakit ini sering dijadikan rujukan oleh perusahaan.

Prospektif, Edisi 07/Vol.5/13-19 Januari 2003

Read More...