Thursday, July 19, 2001
Sunday, May 20, 2001
Fokus - Masalah Pajak
Sambil ngoceh seenak udel, saya berfikir... Ahaaa... si AS satu ini lagi abis setreesss kali... ato lagi seru-serunya tauk informasi mengenai orang-orang yang mau masuk bui karena gelapin pajak kali ya? Lagian kenapa coba dia tiba-tiba ngurusin masalah pajak? padahal semenit sebelumnya dia sibuk promosiin kegiatannya untuk bantu kaum dhuafa.

Diposting oleh
K
di
20.5.01
0
komentar
Monday, May 14, 2001
Tidak suka Demonstrasi
Waktu awalnya masa reformasi di Indonesia, demo terjadi dimana-mana... terutama di Jakarta. Duh, kesel banget rasanya kalo ada meeting dengan klien atau ada kegiatan acara keluar kantor. Harus up date news terus dari menit ke menit bahkan detik perdetik kalau bisa. Biar segala urusan lancar dan waktu-ku gak habis kebuang di jalan gara-gara macet.
Nawawi dari majalah Prospektif pernah tanya komentar saya soal politik & keadaan negara waktu itu. Eiii... ternyata obrolan itu, dia jadikan profil di majalahnya...

Diposting oleh
K
di
14.5.01
1 komentar
Sunday, April 08, 2001
Kunjungan ke Cakram
Tidak semua Public Relations yang mau nyambangi kantor teman-teman media, terutama para petingginya. Kebanyakan dari mereka menganggap remeh arti sebuah kehadiran & keep relations terhadap media. Kalau dipikir-pikir... padahal, rekan-rekan jurnalis (redaksi) kan selalu hadir kalau kita undang dalam acara-acara klien kita. Apa salahnya sih, kalau gantian kita yang silaturahmi ke tempat mereka?
Memang gak ada salahnya kegiatan media relations dijalanin juga melalui media visit seperti itu bagi sebuah Public Relations Agency. Ada hal lucu mengenai hal ini. Sewaktu saya membuat program media selama setahun. Saya memasukkan salah satu jadwal kegiatan media relations-nya adalah media visit secara resmi, artinya saya akan mengajak semua orang PR (mulai dari big boss hingga account service) secara rolling untuk tahu kantor media secara dekat melaui kunjungan resmi ke kantor mereka. Dan tidak ada yang boleh menolak dengan alasan apapun. Hihihi... senang juga loh, saya bisa mengatur bos ngikutin kemana kita harus jalan. Sekali-sekali boleh dong Bos ngikutin maunya anak buah. Habisan, mereka cuman tahu itu cukup tugas saya saja untuk membina relations terhadapa media.
Tuh liat, muka si Tony Gourlay disamping saya menyimak serius apa yang dijelasin oleh teman2x redaktur majalah Cakram, tentang bagaimana cara kerja mereka dan suka dukanya mereka dalam mencari berita. Itung2x... ini pelajaran berharga juga lah. Biar dia tahu, kalau karakteristik tiap-tiap media di Indonesia berbeda dengan di luar negeri. Habisan... kadang-kadang.. Bos cuman akan teriak & kejar-kejar saya... Kenapa berita klien tidak dimuat.. kenapa jurnalis tidak datang... kenapa... kenapa.. kenapa... dan kenapa!
Dooohhh... kalau udah begitu.. kepala saya deh yang puyenk.. dikejar-kejar terus tiap menit gara-gara dia juga dikejar klien... hehehe...
Hmm... Ada yang bisa saya share kebeberapa kawan Humas loh... Sst... Silaturahmi seperti ini semakin membuat hubungan kerja tercipta dengan baik. Tidak sebatas ketika saling membutuhkan saja.
Selain itu, banyak manfaat lainnya... seperti kita akan tahu bahwa sebuah berita dapat dimuat atau tidak.. banyak hal yang mempengaruhi itu, antara lain: news value, keterlambatan deadline, sidang redaksi, tidak lengkapnya data-data yang dibutuhkan secara akurat dan sebagainya.
Cakram Komunikasi, Edisi April 2001
Diposting oleh
K
di
8.4.01
0
komentar
Wednesday, September 06, 2000
Jadi Model Iklan Karbitan..
Pernah gak ngerasain nikmatnya dikasih sesuatu sama Allah, lewat kejadian yang gak disangka-sangka? Saya pernah! Dan sering bahkan.Wah.. kok katanya 'minta tolong'? Padahal, saya yang merasa tertolong. Saya lagi butuh dana untuk ganti kakinya si black. City hitam, yang selalu mengantarku beraktifitas.
Alhamdulillah, saya dapat fee dari pemotretan itu. Meskipun, beberapakali Roy bilang "elo gak papa kan... fee nya pertemanan banget nih.."
Duuuh.. seandainya dia tahu. Justru.. betapa beruntungnya saya.. karena dari fee itu, saya gak jadi ambil uang tabungan loh. Hihihi... itulah namanya, klo Tuhan udah mau kasih kita rezeki... gak ada yang bisa nyangka caranya melalui apa.
Cuman... tau gak rasanya jadi model2x karbitan? si Cinzia harus ekstra sabar ngarahin saya untuk pasang muka jutek.. karena saya gak habis2xnya cengar-cengir dan ketawa geli.
E iya.. ada satu lagi.. waktu pemotretan ini... pas ada kejadian pemboman di kedutaan Philipina. Lumayan sport jantung, karena kejadiannya deket banget dengan lokasi foto. Trus.. udah mana, saya itu ijin dari kantor dan harus balik ke kantor. Kebayangkan betapa bingungnya saya. Dan dipikiran selalu berkutat pertanyaan 'jalan balik ke kantor lewat mana agar aman dan tidak terjebak macet?'. Syukurnya sampai kantor juga, dan gak semua orang yang perhatiin kalau saya pulang makan siang agak terlambat.
Rabu, 6 September 2000... iklan itu muncul di Kompas dan beberapa media yang saya sendiri gak tahu di placement dimana ajah sama adv agency-nya. Tentu saja yang pertama lihat anak monitoring. Tina, Siwi & Ari pada berisik... akhirnya semua orang di kantor tahu.. termasuk Jim Carden big bos PR kita waktu itu. Dia komentar... "Mala... it's real you?... Oh my God.. I can't believe it. Hahaha.. Very Funny.. Good... !".. Erghh.. tengsin dan takut ketahuan juga kalo saya itu sebenarnya nyuri waktu kerja buat pemotretan. Kekekekek... Konyolnya.. Iklan itu ditempel Jim di White Board PR...
Ya begitu ceritanya kalo jadi model karbitan dan lagi kepepet butuh uang. Padahal, kemaren waktu ditawarin Roy, saya sudah maju mundur terima atau tidak, akhirnya saya terima dengan wanti2x ke dia... "Asal lo ngedesain-nya bagus ya.. mo dijelek2xin juga gak papah.. yang penting muka gw gak ketahuan orang2x.."
Meskipun ada juga yang mengenali wajah saya, tapi mau diapain lagi? Itu hanya salah satu jalannya Tuhan memberi saya rezeki melalui pengalaman yang asyik, pernah menjadi model iklan karbitan secara mendadak. Hahahaha...
Diposting oleh
K
di
6.9.00
0
komentar
