Sunday, May 19, 2002

Krisis Managemen??! Atasi dengan.....

Tau gak rasanya sewaktu menghadapi klien kita dikejar-kejar wartawan untuk dimintai informasi atau klarifikasi suatu hal, sedangkan tidak ada satu pun perwakilan dari sang klien yang mau berhadapan dengan media?

Rasanya campur aduk!
Serunya sama sewaktu kita sedang naik jet coaster. Kedua tangan kita harus sudah berubah kayak tangan-tangan gurita secara otomatis, sigap dan memiliki daya refleks serta kepekaan dalam mengambil sikap & tindakan secara baik. Termasuk kewajiban menyediakan waktu penuh standby 24 jam untuk bisa dihubungi klien maupun media sewaktu-waktu.

Banyak suka duka saya dalam menghadapi klien (personal, perusahaan atau NGO) yang tengah memiliki kendala untuk menginformasikan 'sesuatu' sesuai dengan pengharapan mereka masing-masing, maupun yang sedang mengalami krisis managemen kepada target sasarnya, yaitu para pembaca media cetak.


Nah, salah satu kerjaan PR adalah menjadi mediator / jembatan yang baik bagi kedua belah pihak. Mau itu hak menjawab, menolak, membantah atau hanya memberikan klarifikasi sesuai dengan harapan yang dilakukan secara lisan atau tulisan adalah tugas yang harus dijalani.

Lisan yang dimaksud adalah menjawab langsung, atau wawancara langsung antara sang nara sumber dengan media, sedangkan melalui Tulisan biasanya bisa dilakukan melalui siaran pers ataupun melayangkan surat pembaca ke meja redaksi. Atau bahkan melalui cara mengirimkan tulisan artikel atau opini publik ke media.

Djarum - Forum, No.5 / 19 Mei 2002


Meskipun demikian pada kenyataannya, komunikasi melalui 'tulisan' yang saya sebutkan di atas tersebut belum tentu dapat terwujud dengan mudah sesuai dengan yang diharapkan, karena tidak semua tulisan dapat diterbitkan oleh media-media yang dituju.

Ada beberapa tips dalam memberi informasi melalui Tulisan, yang berfungsi mensiasati agar tulisan dapat diterbitkan atau memperbesar kemungkinan informasi diterbitkan oleh media :
  • Penulis, siapapun yang mewakili pemberi informasi tersebut (baik dari PR Ageny maupun dari klien sendiri), harus memiliki kemampuan tulis menulis secara baik, didukung dengan kemampuan & kapasitas bidang keilmuan yang relavan dengan bahan tulisannya.

  • Penulis, harus memiliki data-data sebagai bahan tulisan, dapat diperoleh dari informasi dari klien sendiri, studi pustaka, maupun sumber dari Ahli atau sumber lainnya.

  • Penulis, harus menguasai materi yang akan diinformasikan maupun yang diklarifikasikan.

  • Penulis, harus memantau & memonitoring setiap berita dan informasi yang relevan dengan yang akan ditulisnya.

  • Dokumentasikan & kliping semua kegiatan publikasi, agar dapat dibentuk sebuah tulisan lengkap & laporan akhir dari hasil riset kecil / monitoring untuk diterbitkan melalui media.

  • Penulis, harus peka untuk tahu & memahami karakteristik media yang menjadi target publikasi tulisannya.

  • Penulis, harus jeli dalam memilih media yang sesuai dengan tulisan yang hendak dipublikasikan.

  • Penulis, harus melakukan lobbying dengan penanggungjawab rubrik.

Dalam hal ini, media relations merupakan cara yang cukup ampuh untuk mempermudah mengatasi pekerjaan tersebut, karena dengan hubungan baik yang telah dibina oleh seorang PR dengan media akan mempermudah pencapaian tujuan-tujuan public relations. Dan saya akui, pekerjaan saya banyak terbantu dari fungsi media relations yang saya bina & jalin selama ini.


    Secure Parking - Kompas, 24 Januari 2003

    Read More...

    Thursday, March 07, 2002

    Indonesia Expo & Forum Informasi Ivestasi

    Indonesia Expo 2002, pameran tahunan yang digelar Debindo kali ini lebih heboh. Kenapa?


    Ya karena ada Forum Informasi Investasi-nya dengan para pembicaranya yang lebih berbobot. Para Duta besar Indonesia di beberapa negara ngasih tahu bocoran ke para pengusaha Indonesia.. peluang-peluang apa yang bisa mereka isi dalam berbisnis di negara2x tempat mereka bertugas. Wuihh.. Rame dan mengasyikan!

    Rakyat Merdeka, 7 Maret 2002

    Read More...

    Thursday, July 19, 2001

    Metropolitan - Dunia Usaha Tenang-tenang Saja

    Apa jadinya kalo diisengin sama salah satu kawan?








    Check this out
    Kompas, 19 Juli 2001

    Read More...

    Sunday, May 20, 2001

    Fokus - Masalah Pajak

    "Bayar pajak gak lo kid?" Itu pertanyaan tiba-tiba dari koh Bun... sewaktu saya lagi maen ke Bentara Muda... pas ada pameran buku di sana.

    "Hah?! Bapakku itu orang pajak, masak gw anaknya gak bayar sih...?"

    "Ah.. masak??", katanya lagi.



    "Lah iya dunks. Emang siiy.. belom yang pake PBB segala.. karena gw belom punya rumah & tanah sendiri.. hehehe... Tapi klo PPh mah iyalaaah... wong tiap bulan, gaji gw dipotong kok buat itu. Tapi gak tau ya.. disalurin apa enggak tuh ke kantor pajak-nya. Kan itu urusan company tempat gw kerja dong".

    Sambil ngoceh seenak udel, saya berfikir... Ahaaa... si AS satu ini lagi abis setreesss kali... ato lagi seru-serunya tauk informasi mengenai orang-orang yang mau masuk bui karena gelapin pajak kali ya? Lagian kenapa coba dia tiba-tiba ngurusin masalah pajak? padahal semenit sebelumnya dia sibuk promosiin kegiatannya untuk bantu kaum dhuafa.
    Yaaa.. ternyata tuh obrolan saya dan AS yang tarik urat soal pajak di kutip & dimasuki-nya di Fokus Kompas Minggu.

    Kompas, 20 Mei 2001


    Waduuuh... saya yang kebetulan tidak baca Kompas hari Minggu pagi-pagi... Kebangun gara-gara sms & telepon2x dari temen2x lama yang udah lama gak ketemuan.
    Ada ajah komentarnya mereka.. Tapi rata2x... mereka bilang "Gila lo.. temen gw sekarang jadi orang top! pantesan lo susah banget diajak ngumpul!"

    Saya pikir, apaan sih? ada apaan sih?
    Taunya mereka baca tulisan yang ada di Kompas itu.
    Doooh... tengsin juga. Klo tau mau buat tulisan di Fokus. Rasanya gak bakal deh saya ngoceh2x & nyerocos panjang kali lebar kayak gitu.

    Lucunya... waktu hari Senin pagi, pas masuk ke kantor.. saya dikomentari oleh beberapa kawan "... Gila lo mal.. dicekek T.Gourlay looo..."

    "Ihhh... emangnya ada komentar aku yang salah ya..?". Mereka akhirnya cuman senyam-senyum doang.

    Eiii yaa... bos finance juga... "Duuh Mal, mal... Lo pake nanggepin sih wawancara topik kayak gitu. Di Kompas pula.. takutnya... ... ... ..."
    Laaah... emangnya ada apa? Seketika itu juga saya baru Ngeh... Waksss... pantas banyak yang panik tuh petinggi2x di kantor... Ckckck... Phuuuuifff... hahaha...

    Check this out
    Kompas, 20 Mei 2001


    Read More...

    Monday, May 14, 2001

    Tidak suka Demonstrasi

    Waktu awalnya masa reformasi di Indonesia, demo terjadi dimana-mana... terutama di Jakarta. Duh, kesel banget rasanya kalo ada meeting dengan klien atau ada kegiatan acara keluar kantor. Harus up date news terus dari menit ke menit bahkan detik perdetik kalau bisa. Biar segala urusan lancar dan waktu-ku gak habis kebuang di jalan gara-gara macet.


    Nawawi dari majalah Prospektif pernah tanya komentar saya soal politik & keadaan negara waktu itu. Eiii... ternyata obrolan itu, dia jadikan profil di majalahnya...


    Read More...